Sebagai salah satu ras anjing asli Indonesia yang diakui dunia, Anjing Kintamani memiliki ciri khas yang membuatnya berbeda dari ras lain. Namun, seiring meningkatnya popularitas ras ini, banyak anjing campuran yang memiliki kemiripan fisik dan sulit dibedakan dari Kintamani asli.
Agar tidak keliru, berikut panduan dari TEMANI (Taman Penangkaran Anjing Kintamani) untuk membantu Anda mengenali Anjing Kintamani asli berdasarkan standar fisik dan perilakunya.
🐕 1. Bentuk Fisik dan Postur Tubuh
Anjing Kintamani berukuran sedang dengan tubuh proporsional dan berotot.
Jantan: tinggi 45–55 cm
Betina: tinggi 40–50 cm
Tubuhnya tegap, dada lebar, dan ekornya melengkung ke atas membentuk seperti sabit.
🌿 2. Ciri Kepala dan Telinga
Bagian kepala berbentuk segitiga dengan moncong runcing dan hidung hitam pekat.
Telinganya berdiri tegak, sedikit miring ke depan — menunjukkan kewaspadaan alami yang kuat.
Mata berbentuk almond berwarna cokelat gelap, memancarkan kesan lembut namun tajam.
🦴 3. Bulu dan Warna
Salah satu ciri paling khas adalah bulu tebal dan lembut. Lapisan bulu ganda (double coat) melindungi mereka dari udara dingin di pegunungan Kintamani.
Warna yang dianggap ideal adalah putih bersih dengan sedikit krem pada telinga atau ekor, tetapi varian hitam, cokelat muda, dan belang juga diakui secara resmi.
🐾 4. Sifat dan Karakter
Anjing Kintamani dikenal cerdas, setia, dan berani. Mereka sangat melindungi pemiliknya, namun juga lembut terhadap orang yang dikenal.
Insting penjagaannya kuat, tetapi tidak agresif bila dibesarkan dalam lingkungan penuh kasih sayang.
🩺 5. Sertifikat dan Silsilah
Untuk memastikan keaslian, pastikan anjing memiliki silsilah jelas dari penangkaran resmi seperti TEMANI.
Sertifikat ini mencakup data induk jantan dan betina, nomor identifikasi, serta hasil pemeriksaan kesehatan dan standar ras.
